Egg-Plant

STRUKTUR JARINGAN IT PADA PT. PLN (PERSERO) PENYALURAN &PUSAT PENGATUR BEBAN REGION JAWA TENGAH DAN DIY

Unknown | ,Kamis, Januari 08, 2015 |



KELOMPOK 4 :

NOVAN PAHLEVI
IQBAL NAHAQGA
DIAH AYU SETIANI
M. FADIIL
EKO PRASETYO



Kata Pengantar


        Puji syukur kehadirat tuhan karna berkat rahmatnya kamidapat menyelesaikan tugas makalah tentang System Jaringan Pada Perusahaan. Dan Trimakasih atas beberapa sumber yang telah banyak memberikan informasi untuk pengerjaan makalah ini. Semoga hasil makalah kami dapat diterima dengan baik oleh dosen pembimbing.
               Perkembangan teknologi dalam sistem IT dan jaringan sangatlah pesat. Hal inilah yang menuntut tiap perusahaan untuk selalu menyadari bahwa kebutuhan akan jaringan sangat diperlukan di masa ini bahkan sampai masa yang akan datang. Dalam menjalankan suatu perusahaan dituntut adanya suatu sistem jaringan komputer yang dapat menghubungkan sekumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya dalam suatu kesatuan untuk menjalankan tujuan tertentu. Dalam menangani jaringan komputer yang ada, dibutuhkan pengendalian atau pengawasan terhadap yang terkoneksi secara optimal
               Terdapat beberapa aplikasi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui struktur jaringan dan juga memonitoring jaringan, dimana dengan aplikasi tersebut perusahaan akan menerima data penggunaan bandwidth, jaringan dan monitoring penggunaan hardware yang membantu untuk mengoptimalkan efisiensi jaringan perusahaan. Memahami lalu lintas jaringan dan konsumsi sumber daya merupakan kunci untuk pengelolaan jaringan yang lebih baik.Pada pelaksanaan kerja praktek di PT. PLN (Persero) P3B Region Jateng dan DIY, mahasiswa dapat mempelajari struktur jaringan yang digunakan dalam jaringan komputer perusahaan tersebut.Dan juga dapat mengetahui penggunaan aplikasi-aplikasi yang mendukung untuk kebutuhan maintenance jaringan.
               Dalam melaksanakan tugasnya, PT. PLN (Persero) P3B Pusat dibantu oleh empat P3B Region yang salah satunya adalah PT. PLN (Persero) P3B Region III dengan wilayah kerjanya adalah Jawa Tengah dan DIY, yang selanjutnya biasa disebut PT. PLN (Persero) P3B RJTD (P3B Region Jawa Tengah dan DIY).



Daftar Isi
 1. Kata Pengantar...................... 2
2. Daftar Isi........................ 3
3. BAB I PENDAHULUAN............. 4
A.   Latar Belakang PLN.......................................... 4
B.   Latar blakang ............................................... 4
C.   Tujuan ....................................................... 4
D.   Pengertian Jaringan Komputer ............................... 4
 4. BAB II PEMBAHASAN.................. 5
A. Gambaran Umum Jaringan IT di PT. PLN (Persero) P3B RJTD
Semarang..................................................... 5
B. Jaringan Fiber Optik di PT. PLN (Persero) P3B RJTD Semarang.... 6
C. Jaringan Wireless PT.PLN (Persero) P3B RJTD.............. 8
D. Jaringan LAN di PT. PLN (Persero) P3B RJTD ............. 9
E. Jaringan MAN di PT. PLN (Persero) P3B RJTD............. 11
F. Monitoring Jaringan Menggunakan OpManager............... 11
5. BAB III PENUTUP........................ 14
Kesimpulan......................... 14


 BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang PLN
Perusahaan Listrik Negara (PLN) adalah sebuah BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Direktur utama nya adalah Nur Pamudji, menggantikan Dahlan Iskan Dirut sebelumnya yang dilantik menjadi menteri BUMN.
Ketenagalistrikan di Indonesia  dimulai pada akhir abad ke-19, ketika bebrapa perusahaan Belanda mendirikanpembangkitan tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik untuk kepentingan umum dimulai sejak perusahaan swasta Belanda NV. NIGM memperluas usahanya di bidang tenaga listrik, yang semula hanya bergerak di bidang Gas.
B.  Latar blakang
Perkembangan teknologi dalam sistem IT dan jaringan sangatlah pesat. Hal inilah yang menuntut tiap perusahaan untuk selalu menyadari bahwa kebutuhan akan jaringan sangat diperlukan di masa ini bahkan sampai masa yang akan datang. Dalam menjalankan suatu perusahaan dituntut adanya suatu sistem jaringan komputer yang dapat menghubungkan sekumpulan komputer, printer, dan peralatan lainnya dalam suatu kesatuan untuk menjalankan tujuan tertentu. Dalam menangani jaringan komputer yang ada, dibutuhkan pengendalian atau pengawasan terhadap yang terkoneksi secara optimal
Terdapat beberapa aplikasi yang digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui struktur jaringan dan juga memonitoring jaringan, dimana dengan aplikasi tersebut perusahaan akan menerima data penggunaan bandwidth, jaringan dan monitoring penggunaan hardware yang membantu untuk mengoptimalkan efisiensi jaringan perusahaan. Memahami lalu lintas jaringan dan konsumsi sumber daya merupakan kunci untuk pengelolaan jaringan yang lebih baik.Pada pelaksanaan kerja praktek di PT. PLN (Persero) P3B Region Jateng dan DIY, mahasiswa dapat mempelajari struktur jaringan yang digunakan dalam jaringan komputer perusahaan tersebut.Dan juga dapat mengetahui penggunaan aplikasi-aplikasi yang mendukung untuk kebutuhan maintenance jaringan.
Dalam melaksanakan tugasnya, PT. PLN (Persero) P3B Pusat dibantu oleh empat P3B Region yang salah satunya adalah PT. PLN (Persero) P3B Region III dengan wilayah kerjanya adalah Jawa Tengah dan DIY, yang selanjutnya biasa disebut PT. PLN (Persero) P3B RJTD (P3B Region Jawa Tengah dan DIY).
C.  Tujuan
Tujuan dari kegiatan kerja praktek ini adalah Mengenal dan memahami struktur jaringan dan monitoring jaringanyang terdapat pada PT. PLN (Persero) P3B Jawa Bali Region Jawa Tengah dan DIY.
D.  Pengertian Jaringan Komputer
Jaringan komputer adalah sebuah kumpulan komputer, printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan data bergerak melalui kabel-kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan pengguna jaringan komputer dapat saling bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama dan bersama-sama menggunakan hardware/software yang terhubung dengan jaringan. Setiap komputer, printer atau peripheral yang terhubung dengan jaringan disebut node.Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua,

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Gambaran Umum Jaringan IT di PT. PLN (Persero) P3B RJTD Semarang
Jaringan computer di PT. PLN (Persero) P3B RJTD Semarang telah mengimplementasikan media kabel UTP, jaringan wireless dan kabel serat optik. Jaringan yang ada saat ini digunakan untuk melayani pegawai untuk dapat mengakses jaringan local PLN serta layanan internet seperti pencarian situs informasi (web browsing), surat elektronik (e-mail), pengiriman file (ftp), dan lain-lain. Selain itu juga di dalam akses layanan Intranet seperti pengaksesan e-mail server PT. PLN (Persero) P3B RJTD, data-data pegawai dan alat, dan masih banyak lainnya. Tiap-tiap gedung pada PT. PLN (Persero) P3B RJTD Semarang dilayani dengan jaringan menggunakan kabel dan wireless.Untuk menghubungkan tiap gedung tersebut digunakan fiber optik dikarenakan kabel fiber optik mempunyai lebar pita yang lebar sehingga dapat melewatkan data dalam jumlah besar.Sistem komunikasi operasional pada PT. PLN (Persero) P3B Jawa – Bali sebagian besar menggunakan jaringan jenis fiber optik.Namun di beberapa tempat terdapat beberapa jaringan yang menggunakan media transmisi wireless / nirkabel.

Gambar 2 Denah Gedung-Gedung PT. PLN (Persero) P3B RJTD Semarang

B.  Jaringan Fiber Optik di PT. PLN (Persero) P3B RJTD Semarang
Jaringan fiber optik di PT. PLN (Persero) P3B RJTD Semarang digunakan sebagai penghubung antar gedung dan digunakan untuk menghubungkan jaringan LAN dan jaringan WLAN yang terdapat di tiap-tiap gedung untuk dapat saling terkoneksi satu dengan yang lainnya.

Gambar 3Gambaran jaringan local pada PT. PLN (Persero) P3B RJTD

Jaringan fiber optik yang terdapat pada PT. PLN (Persero) P3B RJTD terpusat di ruang server sebagai ruang kontrol jaringan computer.

Gambar 4 Bagan Jaringan Fiber Optik di PT. PLN (Persero) P3B RJTD
  
C.  Jaringan Wireless PT.PLN (Persero) P3B RJTD
Jaringan wireless juga digunakan untuk penghubung antar gedung. Disini beberapa jaringan wireless juga dihubungkan kepada beberapa jalur fiber optik. Penggunaan jaringan wireless melalui media transmisi fiber optik digunakan untuk menghubungkan antara beberapa gedung dengan ruang server. Pada pengirim dan penerima menggunakan converter FO-UTP Atrie OptoSpan-100 sebagai konversi dari serat optik ke kabel UTP yang dihubungkan ke access point tiap gedung.


Converter fiber optik diperlukan karena port yang terdapat pada access point adalah port RJ-45 (UTP) sehingga dibutuhkan converter FO-UTP untuk mengubah interface dari media fiber optik ke media UTP. Dalam jaringan wireless pada PT. PLN (Persero) P3B RJTD digunakan mikrotik sebagai authentifikasi user yang akan masuk ke dalam jaringan wireless PT. PLN (Persero) P3B RJTD. Selain itu juga digunakan sebuah PC sebagai system checkpoint (firewall) sebagai pengatur hak akses user dan juga sebagai system yang menjaga keamanan terhadap serangan.
D.  Jaringan LAN di PT. PLN (Persero) P3B RJTD
Seperti halnya jaringan wireless, jaringan LAN di PT. PLN (Persero) P3B RJTD menggunakan fiber optik sebagai penghubung antar gedung. Penggunaan converter FO-UTP AT-MC 103XL sebagai media untuk mengkonversi dari fiber optik ke kabel UTP yang terhubung dengan switch 3COM 4226T yang terhubung ke tiap-tiap client yang menggunakan PC.


Gambar 6 Skema jaringan LAN di PT. PLN (Persero) P3B RJTD

Penggunaan converter FO-UTP ini dilakukan karena terdapat perbedaan interface pada bagian penerima maupun pengirim. Pada bagian penerima tidak 7
terdapat perangkat yang menunjang interface fiber optik sehingga digunakan converter untuk mengubah interface yang semula dari fiber optik menjadi UTP. Sedangkan pada ruang server, jaringan fiber optik yang menghubungkan antar gedung tersebut terhubung dengan Multilayer Switch Cisco Catalyst 3750-24PS yang mengatur segmentasi IP dan VLAN untuk semua jaringan yang terhubung pada jaringan PT. PLN (Persero) P3B RJTD.

Gambar 7 OTB (Optical Terminal Box) pada Ruang Server

 E.  Jaringan MAN di PT. PLN (Persero) P3B RJTD
Selain jaringan wireless dan LAN pada jaringan local gedung PT. PLN (Persero) P3B RJTD semarang, disini juga menggunakan topologi jaringan Metropolitan Area Netwok (MAN) yang digunakan untuk menghubungkan antara kantor Region 3 dengan Unit Pelayanan Transmisi (UPT) dan Gardu Induk (GI).


Gambar 8 Skema Jaringan MAN pada PT. PLN Gambar 8 Skema Jaringan MAN pada PT. PLN Gambar 8

Skema Jaringan MAN pada PT. PLN(Persero) P3B RJTD

Pada setiap UPT dan GI selain menggunakan jaringan fiber optik seperti yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat juga Switch Cisco 2960-24PS yang digunakan untuk pembagian koneksi jaringan local dan internet. Selain itu dengan menggunakan kelebihan dari switch cisco yaitu remote jaringan, Switch Cisco 2960-24PS digunakan untuk memonitoring trafik jaringan, pengiriman data antar UPT, GI dan region juga untuk memonitoring keadaan jaringan untuk membantu mempermudah maintenance jaringan.
F.  Monitoring Jaringan Menggunakan OpManager
OpManager adalah perangkat lunak yang mudah digunakan untuk memantau jaringan dan mengetahui perangkat kondisi perangkat keras yang terkoneksi dalam jaringan tersebut.OpManager adalah produk unggulan dari Manage Engine yang digunakan untuk memonitoring jaringan berbasis IP dan SNMP, memiliki kemampuan CCTV View dan dashboard.
Software ini juga memungkinkan untuk secara cepat mempersiapkan dan menjalankan sebuah proses pemantauan untuk sebuah jaringan tertentu. Dengan OpManager ini maka dengan mudah dapat mengetahui kondisi perangkat keras yang terhubung dalam jaringan seperti memantau 8
kondisi router, memantau penggunaan PC, memantau penggunaan port pada switch serta menganalisa kondisi traffic jaringan. OpManager berjalan pada mesin Windows di dalam jaringan selama 24 jam setiap hari dan terus-menerus memantau kondisi jaringan. Fitur – Fitur Dasar OpManager :
-          Kemampuan untuk melakukan monitoring pada jaringan yang digunakan oleh lebih dari 10 nodes setiap harinya.
-          Pengumpulan data dapat kondisi jaringan dan perangkat keras secara bersamaan dalam satu window.
-          Mengetahui struktur jaringan yang diterapkan pada PT. PLN (Persero) P3B Region Jawa Tengah dan DIY.
-          Dapat bekerja dengan kebanyakkan perangkat jaringan seperti switch, router, firewalls dan lain-lain yang berbeda-beda sesuai dengan perusahaan pembuatnya.


Berikut adalah contoh beberapa tampilan dari OpManager :
              

dan juga disuguhi List dari perangkat keras yang digunakan.
              

Gambar 10 Map View jaringan IT PT. PLN (Persro) P3B RJTD
             

Gambar 11 List View jaringan IT PT. PLN (Persro) P3B RJTD
             

Gambar 12 Contoh Keterangan Trouble pada OpManager
Pada gambar diatas terlihat bahwa perangkat keras yang terkoneksi tidak melakukan respone terhadap jaringan.Sehingga terdeteksi trouble pada perangkat lunak OpManager. Kekurangan dari perangkat lunak ini adalah tidak bisa memaintenance secara langsung.Jadi perangkat lunak ini hanya digunakan sebagai alarm atau pemberitahu manakala terdapat ketidak beresan dalam jaringan IT PT. PLN (Persro) P3B Region Jawa Tengah dan DIY.



     

BAB III
PENUTUP


Kesimpulan
Dari pembahasan-pembahasan pada bab-bab terdahulu dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut
1.     Topologi jaringan yang digunakan pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jateng dan DIY adalah topologi bintang (star).
2.    Peralatan jaringan yang digunakan antara lain router cisco catalyst, switch cisco catalyst 3750-24PS, switch cisco catalyst 2960-24PS, switch 3com 4226T,  converter FO-UTP Atrie OptoSpan-100, FO-UTP AT-MC 103 XL, kabel UTP (CAT5), kabel fiber optic figure 8,dan masih banyak peralatan lainnya yang mendukung di bidang jaringan.
3.    PT. PLN (Persero) P3B Region Jateng dan DIY menggunakan OPManager untuk memonitoring jaringan LAN, MAN dan seluruh jaringan yang terkoneksi dalam ruang lingkup PT. PLN (Persero) P3B Region Jateng dan DIY.
4.    Nama domain PT. PLN (Persero) P3B Region Jateng dan DIY adalah pln-jawa-bali.co.id.
5.    Fungsi utama pada jaringan PT. PLN (Persero) P3B Region Jateng dan DIY digunakan adalah jaringan local / intranet. Karena hampir semua aplikasi yang digunakan dalam menunjang pelaksanaan kegiatan perusahaan terhubung dalam jaringan local / intranet.
6.    Untuk penggunaan internet, hanya sebagai fungsi pendukung dalam pelaksanaan kegiatan perusahaan.
7.    Kurang optimalnya bebepara perangkat keras yang ada. Sehingga perlu penyetingan kembali agar perangkat keras tersebut bisa berjalan maksimal.
8.    Masih seringnya terdapat gangguan pada jaringan. Hal ini sangat mengganggu aktivitas di beberapa bagian dalam


Kelebihan dari perangkat lunak ini adalah ketika ada komponen dalam jaringan yang trouble maka akan terdapat warning dalam peta jaringan. Seperti terlihat pada gambar 12, terdapat beberapa point yang berwarna merah, kuning atau orange.Itu menunjukkan terdapat trouble pada perangkat keras tersebut. Setelah kita klik pada icon tersebut maka akan terlihat detail trouble yang terjadi pada perangkat keras tersebut.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar